Warna-warni pagi
Selamat pagi kawan, aku liat kau tak tersenyum pagi ini? Ada apa gerangan?
Seketika aku melayangkan pikiran ke sabtu sore yang mendung, dimana kita masih baik-baik saja. Semua yang kita lakukan terasa natural dan alami tanpa rasa canggung.
Tapi pagi ini kau tidak bisa tersenyum, kau telah mencoba tapi kurasa kecup. Api kebencian terpancar di mata indahmu seakan ingin membakarku.
Kita diam, kita saling pandang tapi tak ada kata yang keluar dari bibir.
Sampai kapan?
Hijau kekuningan di hiasi dengan semburat merah dan titik-titik putih kecil yang kau lukis di hati ini belum sempurna, masih tak bernbentuk, warnailah aku lagi dengan senyum itu.
Bintang malam ini
Akhir-akhir ini da fenomena menarik, hmmm tapi mungkin sudah biasa ya?
Langit banda aceh dipenuhi sama bintang-bintang yang terang, tanpa awan. Memang sih cuaca akhir-akhir ini panas terik, jadi langitnya bisa sebersih itu.
Perhatianku atas kemunculan bintang ini berawal dari saat gempa 19 april 2012. Listrik kota banda aceh mati, semua orang mengungsi ke daerah tinggi, sebelum malam aku berada di blang bintang. Memandangi keindahan sunset berkabut yang mengirimkan nuansa tak biasa, oh ada apa ini.
Sehabis magrib aku bergerak pulang keruman, sialnya jalan ke banda aceh di tutup dan di alihkan ke jalan lampeneurut. Lalu lintas macet, dan berubah jadi ramai lancar di jalan batoh. Sendiri di atas motor membuatku tertegun dan melamun, sambil kulantukan lagu favorit dari masa anak-anak aku memandangi langit sambil mengendarai motor.
Waw!
Karena lampu kota mati, cahaya bintang jadi sangat dominan. Apalagi ketika sampai di daerah rumahku. Terasa hangat cahayanya merasuki pori-pori kulitku.
Hingga malam ini, aku masih bisa menikmati bintang. Walau aku tau sebentar lagi awan akan membawanya pergi.
Kegigihan Sang Muallaf
Sebuah kalimat bijak berkata, “Kebahagiaan ada pada kaki-kaki yang bergerak”, maksudnya adalah kebahagiaan ada pada kerja keras, bukan diraih ketika seseorang diam saja menunggu datangnya kebahagiaan. Hal tersebut terlihat pada raut wajah Pak Husein, seorang muallaf beretnis Tionghoa, yang rela berkerja pagi hingga sore menyusuri jalanan kota Banda Aceh demi menjajakan dagangannya. Ia mengendarai gerobak bermotor dengan bertuliskan “ice cream”. Ya, penjual es krim keliling. Bapak dua anak ini, harus berkeliling setiap harinya demi mengemban tugas sebagai tulang punggung keluarga. Tujuan utamanya adalah dari kantor ke kantor. Di situlah ladang usahanya ini.
Pada suatu sore, terlihatlah Pak Husein sedang beristirahat sambil melihat dagangannya yang sudah habis terjual. Beberaa kali sempat orang berdatangan dan bertanya, “Es krimnya pak?”, “Sudah habis,” jawabnya. Begitulah setiap harinya. Pak Husein berkeliling dari pukul 9 pagi, dan pada sore hari dagangannya sudah habis terjual.
Memulai usaha di 2 tahun yang lalu, Pak Husein mendapatkan bantuan berupa sebuah gerobak dari Baitul Mal Aceh yang pembayarannya harus ia angsur setiap bulan sebesar Rp 200 ribu selama 2,5 tahun. Sedangkan untuk membeli perlengkapan es krim lainnya, bermodalkan dari Pak Husein sendiri. Es krim ini dibuatnya sendiri di rumahnya dengan rasa berbeda-beda setiap harinya.
Setiap harinya Pak Husein mendapat omzet sebesar Rp 200 ribu, dengan menjual es krim Rp 5 ribu per cup. Terkadang, ia juga menerima pesanan untuk acara-acara, seperti pesta atau ulang tahun, yang bisa menghasilkan omzet dua kali lipat dari sehari-harinya.
Pak Husein mengatakan bahwa berjualan es krim ini sebenarnya belum mampu meningkatkan taraf hidup ia dan keluarganya, hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari saja. Tapi, ia tetap yakin bahwa es krim keliling ini merupakan usaha yang dapat menjanjikan untuk ke depannya, sehingga ia akan tetap meneruskan usaha ini.
Tinggal di kompleks Buddha Suci sejak 1962, di antara etnis Tionghoa lainnya, membuatnya terus gigih dalam bekerja setiap harinya. “Cara berdagang orang Cina itu hebat,” tegasnya. Lelaki berusia 61 tahun ini sempat mengeluh akan isu kenaikan BBM. “Kalau BBM naik, harga barang-barang pun naik, kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa,” keluhnya dengan mata berkaca-kaca. Tetapi, ia selalu berdoa kepada Allah agar selalu diberikan kesehatan untuk dapat terus melanjutkan usahanya ini. (aulia putri utami/nabilla noviyanti @persfe).
This picture was taken when my besties syahzibal was celebrated birthday
marry?
All I want is for you to be happyAnd take this woman and make you my familyAnd finally you have found someone perfectAnd finally you have found yourself
Will you agree to take this man into your worldAnd now we are as one
_________________________________________
i’m confuse do you know?



